Ulama Benteng

Ulama Benteng

Ahad, 31 Mei 2009

Hindarkan Diri Daripada Permulaan Dosa, Sifarkan Makruh

Assalaa mu'alaikum w.b.t., Salam Mahabbah Fillah dan Perjuangan,

Segala puji milik Tuhan Yang Maha Agung Pemilik Seluruh Alam ini, selawat dan salam atas Rasul Junjungan, Nabi Muhammad s.a.w., ahli keluarga dan para sahabat baginda.

Saya pernah tercari-cari petua untuk menguatkan ingatan.


Dosa dan kema'siatan yang dilakukan ibarat titik hitam yang mengotorkan hati kita. Bagaimana mungkin cahaya daripada ALLAH yang suci dapat menyinari hati yang dipenuhi titik hitam?


Daripada Tuan Guru Al-Ustaz Ahmad Fahmi Zamzam, setelah saya bertanya secara terus kepada beliau, antara yang dinyatakan ialah keperluan untuk menjauhi dosa. Beliau turut membacakan nasihat guru Imam Syafi'e rahimahullah ta'ala, setelah Imam Syafi'e mengadu mengenai kualiti hafazannya yang merosot. Nyata dan jelas, dosa ialah penyebab dan penghalang ilmu yang merupakan nur daripada ALLAH untuk masuk ke dalam hati.


شكَوْتُ إِلَى وَقِعٍ سُوْءَ حِفْظى

فَأَرْشَـدَنِي إلى تَرْكِ المَعاصِي

وَأَخْـبَرَني بِـأَن العِلمَ نُـورٌ

ونُـورُ اللهِ لا يُهدَي للعَاصى


Aku(Imam Syafi'e) telah mengadu kepada guruku Waqi’ tentang buruknya hafalanku,
Beliau menasihatkanku supaya meninggalkan maksiat,
Beliau memberitahuku sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya,
Dan sesungguhnya cahaya Allah itu tidak akan dianugerahkan kepada mereka yang melakukan maksiat.

Juga daripada seorang ustaz al-hafiz di Mansurah, yang juga seorang mahasiswa Al-Azhar dengan ringkasnya menasihati saya untuk meninggalkan dosa jika benar mahu menguatkan ingatan.

Bagi orang soleh yang lebih tinggi kedudukannya, perkara makruh sudah pun menjadi perkara dosa bagi mereka. Mereka tidak sanggup melakukan perkara yang dibenci ALLAH s.w.t.

Insya ALLAH, bersama-sama kita berusaha semampu mungkin bagi menjauhi permulaan kepada dosa dan perkara makruh. Ketenangan akan diperoleh dengan izin-Nya.

Ya ALLAH, kukuhkanlah ikatan pergantungan kami kepada-Mu. Keredhaan-Mu matlamat buruan kami.


Rujukan: Nasihat Waqi' disalin daripada laman http://amizamoasis.blogspot.com/2009/03/nasihat-waqi.html.

Khamis, 28 Mei 2009

Masih Ada Waktu

Assalaa mu'alaikum w.b.t., Salam Mahabbah Fillah dan Perjuangan,

Segala puji milik Tuhan Yang Maha Agung Pemilik Seluruh Alam ini, selawat dan salam atas Rasul Junjungan, Nabi Muhammad s.a.w., ahli keluarga dan para sahabat baginda.

Buat semua insan yang mengenali diri ini, biarpun di mana anda berada, saya tujukan lagu ini bagi mengukuhkan rasa kehambaan dan juga ukhuwwah fillah antara kita. Semoga ada kerehatan dan penyegaran minda mu'min.



Sahabat.. Masih ada waktu
Untuk kau dan aku menghitung
Dosa-dosa lalu

Lantas membasuhnya
Kembali menyinar
Menghiasi taman-taman kasih

Masih ada waktu bagi kita
Mengikis coreng-coreng mazmumah
Dan mengutip kuntuman mahmudah
Menghiasi kamar hidup ini

Dan masih ada waktu bagi kita
Untuk memupuk kasih dan sayang
Sekuntum cinta Ilahi
Seharum cinta yang murni

Moga ukhwah yang dicipta ini
Kan terjalin bersama mesra sejati
Bersama memupuk kasih cinta Ilahi
Moga bahgia di negeri abadi

sahabat masaih ada waktu
untuk kau dan aku menghitung dosa2 lalu..

Sahabat.. Masih ada waktu
Untuk kau dan aku menghitung
Dosa-dosa lalu

Lantas membasuhnya
Kembali menyinar
Menghiasi taman-taman kasih

Masih ada waktu bagi kita
Mengikis coreng-coreng mazmumah
Dan mengutip kuntuman mahmudah
Menghiasi kamar hidup ini

Dan masih ada waktu bagi kita
Untuk memupuk kasih dan sayang
Sekuntum cinta Ilahi
Seharum cinta yang murni

Moga ukhwah yang dicipta ini
Kan terjalin bersama mesra sejati
Bersama memupuk kasih cinta Ilahi
Moga bahgia di negeri abadi

Sahabat masaih ada waktu
Untuk kau dan aku menghitung dosa-dosa lalu..


Ya ALLAH, kukuhkanlah ikatan pergantungan kami kepada-Mu. Keredhaan-Mu matlamat buruan kami.

Rabu, 27 Mei 2009

Unrealized Misstep


Thank God for everything He had allowed to befall upon us. Insha ALLAH, there are always countless wisdom and lesson for us to learn.

We agree with the philosophical words " human is imperfect, and always associated with weakness." Yes, it is true. Nevertheless, as a very positive thinking believer (mu'min), we should always do our best to enhance the quality of our lives. Learn from whatever incidents happen to us. ALLAH will never allow test and tribulation that are beyond our endurance, to befall upon us. If we encounter such a sad and trial situation, just smile sincerely and aprreaciate our Lord for this form of His love. Insha ALLAH, we are about to be at higher level and quality of life as His servants.

People around us are not always predictable. At times, they can be either happy or unhappy with us. Even we try our best to be very nice towards them, they might be unhappy with us. Why? I would like to emphasize on the point " unrealized misstep". Yes, we are unable to judge ourselves alone, without having other people's opinion. Sometimes, we do not realize and recognize our own misleading action and mistake. Consequently, they would feel uncomfortable and accumulate their anger towards us. A practical way to avoid such unforgettable and unhappy situation, especially if it involves and affects our relationship with them, let us be proactive and with pure sincerity to ask them frequently about what they think and feel towards us. Ask them to tell us whatever mistake we have been doing towards them. Insha ALLAH, it would be much easier for us to correct the mistake and stop making other people unhappy.

Anger. Angry. Scold. Unsatisfied.

Be strong. This is world. Not the hereafter. Stand firmly in reality. We are not in imagination. Be prepared to face so many kinds of people. They might do anything beyond expectation.

Get scolded.

Be patient. This is really beyond our capability to control it. Try to be cool, and do not respond to their scold with the same tone of anger. Relax our mind. We are believers, and not expected to practice such rude behaviour towards other people. Istighfar ( ask for His forgiveness) and remembering Him would cure our demoralized feelings.

Other people can do so many horrible actions to us. The smallest they can do is scolding us, and the biggest could be killing our life. Believe in ALLAH, He is our best Protector. Always pray for His protection upon us.

قَالَ هَلْ آمَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلاَّ كَمَا أَمِنتُكُمْ عَلَى أَخِيهِ مِن قَبْلُ فَاللّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

[Jacob] replied: "Shall I trust you with him in the same way as I trusted you with his brother (Joseph] aforetime? [Nay,] but God's guardianship is better [than yours], for He is the most merciful of the merciful!"

Surah Yusuf,12: Verse 64

An invaluable lesson I had just learned in Adelaide:

"O ALLAH, I will never be able to obtain satisfaction of all the people towards my actions. Please forgive me O ALLAH, and I will sacrifice whatever I have to seek Your blessing and mercy. O Lord, be pleased towards me since I will never be able to make all people pleased with me ."



Selasa, 26 Mei 2009

Appoint Ample Space

Salamullah 'alaikum,

All praise belongs to our Lord, ALLAH s.w.t. , peace be upon His Prophet Muhammad, his family and companions.


Sometimes in our lives, do we need to fill something so precious into some already occupied space? While the already space occupying stuff are less precious than the one that we need to put into it, what shall we do?

It is just a notably analogy of filling water into a glass. Ensure that the glass is empty and clean. Remove anything inside it and effortlessly we will be able to fill the glass the water.

The same philosophy applies for the process of memorizing The Holy Al-Quran. Stop for a while and let us check what are inside our heart? Are they essential or not? Since the The Holy Quran are the sacred words from ALLAH, it is undoubtedly necessary for us to cleanse our heart and appoint ample space inside it for the God's sacred words to enter it and abide for assuredly a long time ( insha ALLAH, until our last breath of obedience in this world).

Appoint ample space in our heart for the holy verses from God. Along the process of memorizing them, stop thinking of any other affair. Beyond doubt, it is one of the manners (adaab) during the process memorizing al-Quran that we need to really empty our mind from thinking all unrelated matters.

May ALLAH endow us with His blessings and make our daily affairs easy, especially our struggle to memorize His Final Book with true sincerity.

Torrensville, SA.

O ALLAH, unto You is our tawakkal, save us with Your endless blessings in this world and hereafter!

Ahad, 24 Mei 2009

Field Trip Geologi

Assalaa mu'alaikum w.b.t., Salam Mahabbah Fillah dan Perjuangan,

Segala puji milik Tuhan Yang Maha Agung Pemilik Seluruh Alam ini, selawat dan salam atas Rasul Junjungan, Nabi Muhammad s.a.w., ahli keluarga dan para sahabat baginda.




Berada di hadapan TocH Camp, Victor Harbor.


Alhamdulillah, saya baru pulang daripada "field trip" geologi yang diadakan selama dua hari (23 dan 24 Mei 2009). Banyak proses pengukuhan iman dan penghayatan mengenai kebesaran ALLAH yang dilalui.

Bagi adik-adik yang masih mencari-cari bidang pengajian peringkat universiti, saya boleh mencadangkan jurusan geologi sebagai salah satu jurusan yang bermanfaat, lebih-lebih lagi jika anda jenis individu yang minat menerokai alam ini dan menghayati penciptaannya oleh ALLAH Yang Maha Agung.


Dalam hampir 100 dan lebih peserta, saya hanya satu-satu pelajar Islam. Alhamdulillah, ALLAH masih mengizinkan saya beribadah secara biasa. Perancangan masa adalah amat mustahak, khususnya dalam menentukan waktu bagi ibadah solat. Pada kali ini, saya menggunakan kemudahan (rukhsah) solat jama' dan qasar, serta khuf. Wuduk menggunakan air botol yang dibawa. Kompas juga dibimbit bersama untuk menentukan arah qiblat. Ada yang saya sujud berlapikkan "clipboard", baju, dan juga kain ponco. Ada juga masa dapat bersolat di tempat yang agak tersembunyi, namun ada juga masa perlu bersolat di tempat yang kebanyakan orang dapat lihat. Subhanallah, keenakan sujud ketika solat dalam keadaan sebegini sangat terasa, dalam keadaan 'gharib. Orang di sekeliling mungkin memandang pelik.

Kami banyak berjalan melihat permukaan bumi, jenis batu, komposisi batu, lipatan batu, darjah lipatan batu dan beberapa perkara lagi. Usia batu yang dikaji adalah dalam unit Ma (jutaan tahun yang lepas). Ada juga perlu menuruni dan mendaki kawasan berbatu yang sangat curam dan berbahaya. Inilah kali pertama saya berasa sangat "gementar", ketika menjelajah permukaan bumi.

Tempat berikut ialah destinasi kami:

1. Sleeps Hills Quarries, Torrens Park.
2.Point Willunga
3. Carrickalinga Beach.
4. Petrel Cove and Rosetta Head. (Victor Harbor)
5. Pt. Elliott. (Victor Harbor)
4. Lady Bay south of Normanville. (Victor Harbor)

Berada keseorangan sebagai pelajar Islam dan Malaysia, memang terasa kerdil diri jika ingin terus menyombongkan diri. Saya ada juga berbual dan bertegur sapa dengan mereka, tetapi tidaklah terlalu rancak dan leka. Banyak buruk dan baik yang ada. Masyarakat Australia ini kebanyakkannya sopan. Mereka tidak berat mengucapkan "sorry" andai ada sedikit perkara sekalipun yang dilihat silap. Mereka juga tidak berat mulut untuk menjawab persoalan yang ditujukan.

Makan minum ketika waktu sebegini memang kena hati-hati. Saya memilih makanan "vegetarian". Alhamdulillah. Bagi mereka, meminum arak ringan seperti wine adalah perkara biasa.

Tiada batasan bagi pakaian. Pergaulan lelaki perempuan tiada kekangan. Asrama lelaki dan perempuan terletak bersebelahan pintu sahaja. Yang halal jelas kehalalannya, yang haram jelas keharamannya. Kuatkan iman. ALLAH sentiasa melihat dan mengetahui apa sahaja yang difikirkan. Semampu yang mungkin, jauhi segala pintu bagi perkara haram.

Saya mencadangkan jika kita banyak bergerak bersama-sama golongan bukan Islam berlainan jantina, sarung tangan antara bahan yang sangat berguna. Ada kemungkinan, keadaan yang tidak dapat dielakkan boleh berlaku, menyebabkan persentuhan kulit antara lelaki dan perempuan.

Alhamdulillah, benar geologi ialah satu bidang ilmu yang sangat bermanfaat dan dapat mendekatkan diri kita kepada ALLAH s.w.t. apabila kita mengkaji alam ciptaan-Nya.

Syukur, pada awal pagi kedua, setelah membelek-belek terjemahan Quran yang dibawa dan juga bagi tujuan 'iadah, saya dipertemukan dengan ayat al-Quran:

يَوْمَ تُبَدَّلُ الأَرْضُ غَيْرَ الأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ وَبَرَزُواْ للّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.) Surah Ibrahim, 14: 48

Subha nallah, ayat ini sangat berkait rapat dengan penciptaan bumi, dan saya sendiri sedang mengkaji bumi. Sepanjang perjalanan dan pengkajian, ayat ini berlegar-legar dalam ruang pemikiran saya.

Berikut ialah gambar-gambar keindahan alam yang dapat saya ambil menggunakan kamera telefon bimbit. Subha nallah. Memang sangat indah alam ciptaan ALLAH ini. Memang hati terasa sedap, puas, kenyang menatap keindahan alam dan menghubungkan terus dengan Penciptanya.

Dari puncak The Bluff di Victor Harbor.




Antara peserta "field trip" ini.


Subha nallah, gambar keindahan pantai dan laut ini benar-benar memikat hati saya.



Ayat dalam surah Ar-Rahman yang sentiasa diulang-ulang, "Maka ni'mat Tuhanmu yang manakah kamu dustakan?" wajar menebalkan rasa kehambaan dan kesyukuran atas segala ni'mat ALLAH.

Insya ALLAH, doakan kami terus diizinkan untuk belajar menjadi ahli geologi Islam yang mengaitkan ilmu ini dengan ALLAH s.w.t. dan pada masa yang sama beroleh kekuatan untuk mengajak rakan-rakan yang lain untuk mengenali Islam.


Ya ALLAH, kukuhkanlah ikatan pergantungan kami kepada-Mu. Keredhaan-Mu matlamat buruan kami.

Berpegangteguhlah dengan institusi Ahlus Sunnah Wal Jama'ah!

Berpegangteguhlah dengan institusi Ahlus Sunnah Wal Jama'ah!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...