Ulama Benteng

Ulama Benteng

Selasa, 15 September 2026

Imam Ghazali : Apakah Ciri-ciri Ulama Akhirat?

 



Pemilik : Bubun Hasbulloh 


"Ilmu tinggi tapi kelakuan masih suka pamer dunia? Hati-hati, Imam Al-Ghazali punya standar ketat untuk mengenali siapa itu 'Ulama Akhirat'!"
Terkait kontek diatas, Imam Ghozali memetakan ulama pada kelompok, ulama dunia dan ulama akhirat. Mengenal keduanya bagus sebagai kewaspadaan bagi ahli ilmi atau bagi masyarakat awam. Ulama mana yang pantas di jadikan pegang fatwa fatwanya.
Penjelasan dibawah dinuqil dari kitab Qomiut' thugyan, bisa menjadi literasi dalam menambah wawasan akan bagaimana ciri dari ulama Akhirat.
ثُمَّ اعْلَمْ أَنَّ لِعَالِمِ الْآخِرَةِ ثَلَاثَ عَلَامَاتٍ احْدَاهَا أَنْ لَا يَطْلُبَ الدُّنْيَا بِعِلْمِهِ وَالثَّانِيَةِ أَنْ يَقْصِدَ بِالِاشْتِغَالِ بِالْعُلُومِ السَّعَادَةَ الْأُخْرَوِيَّةَ فَيَكُونَ مُهْتَمًّا بِعِلْمِ الْبَاطِنِ لِسِيَاسَةِ الْقَلْبِ وَالثَّالِثَةَ أَنْ يَكُونَ مُعْتَمِدًا فِي عُلُومِهِ عَلَى التَّقْلِيدِ لِصَاحِبِ شَرْعِنَا فِي أَقْوَالِهِ وَأَفْعَالِهِ * ثُمَّ لِعَدَمِ طَلَبِ الدُّنْيَا بِالْعِلْمِ خَمْسُ عَلَامَاتٍ الْأُولَى أَنْ لَا يُخَالِفَ قَوْلُهُ مَا يَفْعَلُهُ فَيَكُونَ هُوَ أَوَّلَ فَاعِلٍ لِلْمَأْمُورَاتِ وَتَارِكِ لِلْمَنْهِيَّاتِ وَالثَّانِيَةُ أَنْ يَعْتَنِيَ بِالْعِلْمِ عَلَى حَسَبِ طَاقَتِهِ وَيَرْغَبَ فِي الطَّاعَةِ وَيَتَوَقَّى عَنِ الْعِلْمِ يَكْثُرُ الْجِدَالُ وَالثَّالِثَةُ أَنْ يَجْتَنِبَ تَرَفَّهَ طَعَامٍ وَمَسْكَنٍ وَأَثَاثٍ وَلِبَاسٍ وَالرَّابِعَةُ أَنْ يَنْقَبِضَ عَنْ مُخَالَطَةِ السَّلطَانِ إِلَّا لِنُصْحٍ لَهُ أَوْ لِدَفْعِ مَظْلَمَةٍ أَوْ لِشَفَاعَةٍ فِي مَرْضَاةِ اللَّهِ تَعَالَى وَالْخَامِسَةُ أَنْ لَا يُسَارِعَ إِلَى الْفَتْوَى بَلْ يَقُولَ احْتِيَاطًا أَسْأَلُ مَنْ يَكُونُ أَهْلًا لِلْفَتْوَى وَأَنْ يَمْتَنِعَ عَنِ الِاجْتِهَادِ إِذَا لَمْ يَتَعَيَّنْ عَلَيْهِ بَلْ يَقُولَ لَا أَدْرَى إِذَا لَمْ يَسْهُلِ الِاجْتِهَادُ عَلَيْهِ
Kemudian ketahuilah bahwa ulama akhirat memiliki tiga tanda:
Pertama: Tidak mencari dunia dengan ilmunya.
Kedua: Bertujuan dengan kesibukannya menuntut ilmu untuk mencapai kebahagiaan akhirat, sehingga ia lebih mementingkan ilmu batin untuk mengatur (menyucikan) hati.
Ketiga: Bersandar dalam ilmu-ilmunya kepada taklid (mengikuti) kepada Pemilik Syariat kita (Nabi Muhammad SAW) dalam perkataan dan perbuatannya.
Kemudian tanda-tanda tidak mencari dunia dengan ilmu ada lima:
Pertama: Ucapannya tidak bertentangan dengan perbuatannya, sehingga ia menjadi orang yang paling awal melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan.
Kedua: Perhatian terhadap ilmu sesuai dengan kemampuannya, gemar beribadah, serta menghindari perdebatan ilmu yang banyak menimbulkan perbantahan (debat kusir).
Ketiga: Menghindari kemewahan dalam makanan, tempat tinggal, perabotan, dan pakaian.
Keempat: Menjauhkan diri dari pergaulan dengan penguasa (pemerintah/pejabat), kecuali untuk memberikan nasihat kepada mereka, menolak kezaliman, atau memberikan syafaat (bantuan) dalam keridaan Allah SWT.
Kelima: Tidak tergesa-gesa dalam memberikan fatwa, bahkan demi kehati-hatian ia berkata, "Aku akan bertanya kepada orang yang memang ahli dalam berfatwa." Dan menahan diri dari berijtihad jika hal itu tidak diwajibkan atas dirinya, serta mengatakan, "Aku tidak tahu," jika ijtihad tidak mudah baginya.

Semoga bermanfaat 🌱
Menambah literasi keagamaan kita...aamiin
Share kepada sahabat lain agar menjadi jejak dakwah kita bersama.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Insya ALLAH, komentar ada dihargai demi menyuburkan budaya ilmu.

Berpegangteguhlah dengan institusi Ahlus Sunnah Wal Jama'ah!

Berpegangteguhlah dengan institusi Ahlus Sunnah Wal Jama'ah!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...