Ulama Benteng

Ulama Benteng

Jumaat, 25 September 2026

Sesiapa yang Takabbur, Dia Direndahkan oleh Allah

 



BARANG SIAPA YANG TAKABUR (SOMBONG) MAKA ALLOH SWT AKAN MERENDAHKANYA

وَقَالَ: اَلْجَيِّدُ: أَرْبَعٌ تَرْفَعُ الْعَبْدَ إِلَى أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَإِنْ قَلَّ عَمَلُهُ وَعِلْمُهُ: اَلْحِلْمُ وَالتَّوَاضُعُ وَالسَّخَاءُ وَحُسْنُ الْخُلُقِ.

(وَمِنْهَا) أَنْ تَتَوَاضَعَ لِإِخْوَانِكَ لِقَوْلِهِ تَعَالَى: (وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ)

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (مَنْ تَوَاضَعَ لِلَّهِ رَفَعَهُ اللَّهُ، فَهُوَ فِي نَفْسِهِ صَغِيرٌ وَفِي أَعْيُنِ النَّاسِ عَظِيمٌ، وَمَنْ تَكَبَّرَ وَضَعَهُ اللَّهُ، فَهُوَ فِي أَعْيُنِ النَّاسِ صَغِيرٌ وَفِي نَفْسِهِ كَبِيرٌ حَتَّى لَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْكُمْ مِنْ كَلْبٍ أَوْ خِنْزِيرٍ) رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالْبَزَّارُ وَالطَّبْرَانِيُّ.

وَقَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: اَلتَّوَاضُعُ مِنْ أَخْلَاقِ الْكِرَامِ وَالتَّكَبُّرُ مِنْ أَخْلَاقِ اللِّئَامِ. وَأَرْفَعُ النَّاسِ قَدْرًا مَنْ لَا يَرَى قَدْرَهُ وَأَكْبَرُهُمْ فَضْلًا مَنْ لَا يَرَى فَضْلَهُ.

وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (إِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ وَأَبُو دَاوُدَ وَغَيْرُهُمَا.
Terjemahan:

> *Dan beliau berkata: Perkara yang bagus itu ada empat, yang bisa mengangkat seorang hamba ke derajat yang paling tinggi, walaupun amal dan ilmunya sedikit: 1. Al-Hilm (santun, tidak gampang marah), 2. Tawadhu' (rendah hati), 3. Sakhaw (dermawan), 4. Husnul Khuluq (akhlak yang baik).*

> *Dan diantaranya (wujud tawadhu') adalah kamu harus tawadhu' kepada saudara-saudaramu, karena firman Allah Ta'ala: "Dan rendahkanlah sayapmu (berlemah lembutlah) kepada orang-orang mukmin." QS. Al-Hijr: 88*

> *Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa tawadhu' karena Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya. Maka dia di mata dirinya sendiri itu kecil/hina, tapi di mata manusia dia agung. Dan barangsiapa takabur/sombong, maka Allah akan merendahkannya. Maka dia di mata manusia itu kecil/hina, tapi di dalam dirinya sendiri dia merasa besar. Sampai-sampai dia itu lebih hina menurut kalian dari pada anjing atau babi." HR. Ahmad, Al-Bazzar, Thabrani.*

> *Imam Syafi'i RA berkata: Tawadhu' itu termasuk akhlaknya orang-orang yang mulia, sedangkan takabur itu termasuk akhlaknya orang-orang yang hina/rendah.*

> *Dan manusia yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak merasa punya kedudukan. Dan yang paling besar keutamaannya adalah orang yang tidak merasa punya keutamaan.*

> *Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku: Hendaklah kalian tawadhu' sehingga tidak ada seorang pun yang membanggakan diri atas yang lain, dan tidak ada seorang pun yang berbuat dzalim/aniaya kepada yang lain." HR. Muslim, Abu Dawud dan lainnya.*

Poin ngajinya:

Orang hebat itu bukan yang merasa hebat. Justru yang paling hebat itu yang merasa `aku ini gak punya apa-apa`.

Makanya Imam Syafi'i dawuh: `Wong mulyo iku wong sing ora rumongso mulyo.` Kalau sudah rumongso mulyo, itu alamat jatuh kalang kabut.

Semoga kita digolongkan orang yang selalu menjaga tawadhu', bukan takabur.
Wallohua'lambissawaab.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Insya ALLAH, komentar ada dihargai demi menyuburkan budaya ilmu.

Berpegangteguhlah dengan institusi Ahlus Sunnah Wal Jama'ah!

Berpegangteguhlah dengan institusi Ahlus Sunnah Wal Jama'ah!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...